Selasa, 11 April 2017

Keadaan Perekonomian Nigeria yang Memperihatinkan

Nigeria terletak di Daerah Barat Afrika, berbatasan dengan Niger di Utara, Kamerun di Timur, Benin di Barat dan Chad di Sebelah Timur Laut. Nigeria sendiri meraih kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1960. Harapan pertumbuhan ekonomi pasca kemerdekaan tidak berhasil diraih dengan maksimal, justru malah menimbulkan berbagai permasalahan seperti di bidang eknonomi, sosial dan politik. Hingga yang terparah adalah bencana kelaparan, penyakit dan kekeringan yang cukup panjang. Tidak heran bantuan kemanusiaan ke Nigeria dari berbagai Negara terus berdatangan sebagai bentuk solidaritas antar sesama. 

Padahal, Nigeria diharapkan bisa tumbuh menjadi sebuah Negara yang mandiri, potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusianya cukup menjanjikan. Masyarakatnya banyak yang bertani dan berkebun untuk menghasilkan pangan sebagai bahan konsumsi pribadi atau juga diperdagangkan yang bernilai ekonomi. Kemudian Pemerintah Nigeria tahun 1960 menekan penduduk untuk mengubah sektor pertanian ke sektor yang lebih menguntungkan. 

Pemerintah Kolonial mendesak untuk membayar pajak yang tinggi sehingga Nigeria disarankan untuk membuka sektor ekonominya selebar mungkin bagi tumbuhnya investasi asing. Dengan adanya investasi asing, diharapkan bisa mendongkrak perekonomian domestic. Pihak asing menemukan peluang besar pada bidang tambang di Delta Niger yang belum terolah dengan baik. Dalam rentang waktu 1960-1970 dibentuk kerja sama mengolah Delta Niger sebagai tambang minyak.
Ilustrasi. (foto: teropongekonomi.com)
Kerjasama dilakukan antara Pemerintah Nigeria dengan pihak korporasi asing seperti Royal Dutch Shell dan Exxon Mobil. Namun dalam prakteknya, terjadi banyak manipulasi, korupsi dan kecurangan lainnya yang sangat merugikan warga Negara Nigeria pada skala yang lebih besar. 

Kecurangan lain juga terjadi saat pemerintah dan korporasi asing memanfaatkan konflik antar etnis setempat ketika melakukan proses pembebasan lahan. Hal ini tentunya berdampak pada biaya yang jauh lebih murah daripada melakukan transaksi yang bersifat formal kepada pemilik tanah. Terbukti, proyek pertambangan ini meraup untung besar dan mendongkrak pendapatan Nigeria. Sayang, korupsi masih menjangkiti pemerintahannya sehingga banyak hasil tambang yang digelapkan. 

Tentu selalu ada resiko yang harus ditanggung ketika suatu kebijakan diberlakukan. Sektor pertambangan yang dieksplor terus menerus member dampak buruk pada lingkungan. Struktur tanah di Nigeria menjadi rusak dan tidak mendukung potensi pertanian. Akibatnya, Nigeria menjadi Negara kelima di dunia yang melakukan impor beras pada tahun 2005. 

Situasi dan kondisi di atas secara singkat telah memicu terjadinya kesenjangan ekonomi karena keuntungan hanya dimiliki oleh sebagian orang. Selain itu, kepentingan kelompok masih dominan dibandingkan kepentingan Negara. Itulah salah satu faktor utama yang menyebabkan keterbelakangan ekonomi di Nigeria. 


EmoticonEmoticon