Jumat, 01 September 2017

7 Tips Aman Memilih Developer yang Jual Rumah di Surabaya

7 Tips Aman Memilih Developer yang Jual Rumah di Surabaya
Ilustrasi
Lama kita ketahui bahwa Surabaya banyak melahirkan arsitek dan developer rumah yang tangguh. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya instansi yang mengembangkan hard skill maupun soft skill di bidang properti, seperti ITS, UNESA, dan lainnya. Penting pula kita ketahui, developer masa kini tidak hanya menjual jual rumah di Surabaya secara mentah, tapi juga yang sudah jadi. Bagaimana tips memilihnya biar aman?

1. Tentukan Prospek Lokasi
Lokasi penting adanya kalau Anda seorang pengusaha. Wilayah yang strategis seperti dekat dengan pusat perniagaan akan mempermudah usaha Anda. Pasar, itulah patokan seseorang sebelum memulai maupun mengembangkan usahanya. Segmen pasar seperti apa yang dibidik, biasanya terpengaruh oleh kontur dan sosio-kultur wilayah itu sendiri.

2. Pertimbangan Status Developer
Jangan sampai Anda memilih developer yang tidak jelas bagaimana sepak-terjangnya. Reputasi developer erat kaitannya dengan rumah yang akan Anda beli. Developer masa kini biasanya mencantumkan profil via daring. Anda bisa menelusuri masa lalunya dari sana. Tapi tak sebatas itu, di lapangan, Anda juga perlu meninjau via survei terhadap orang-orang yang pernah bekerjasama.

3. Tahan DP sebelum KPR Disetujui
Kalau Anda mengambil rumah via kredit pasti akan berurusan dengan KPR. KPR ini fungsinya untuk menjembatani masyarakat kalangan menengah ke bawah agar bisa menikmati tinggal di rumah sendiri dengan cicilan murah. Namun jangan berhenti pada titik itu juga. Persetujuan KPR erat kaitannya dengan keberlangsungan kerjasama.

Dalam KPR, ada yang namanya DP, suku bunga, Formulir Aplikasi, Nilai Rumah (appraisal), Agunan, AJB (Akta Jual Beli), Plafon (pinjaman maksimal dari penyedia layanan), dan lainnya. Kenapa Anda harus menahan DP sebelum KPR disetujui? Apakah Anda akan rela menyerahkan uang cuma-cuma di luar akad pembelian rumah? KPR itu berperan sebagai titik mulainya kerjasama.

4. Kepastian Akad
Sekarang developer banyak yang kerjasama dengan bank dalam menjalankan usahanya. Ini berkaitan dengan rumah yang sudah jadi. Sementara peran bank sebagai penyalur rumah yang akan dibeli nasabah. Pastikan akad yang terjalin benar-benar tegas dan legal. Pastikan pula, apakah ada earlybird atau diskon khusus atau tidak. Kalau semua beres, tentu proses ke depannya jadi mudah.

5. Wajib Tercantum AJB
AJB, seperti yang sedikit kita singgung di atas berkaitan dengan kelayakan pihak yang jual rumah Surabaya. AJB yang merupakan kependekan dari Akta Jual Beli yang punya kedudukan sangat penting. AJB menengarai apakah rumah itu nantinya legal atau tidak. Hal ini sudah diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 1997 Pasal 37 tentang pendaftaran tanah.

Banyak sekali kasus yang terjadi akibat seseorang mengabaikan peran AJB. Patokan mereka biasanya murah atau harga di bawah standar, begitu saja. Akibatnya? Ketika terjadi proses penggusuran atau gugatan dari pihak ketiga, ia tidak bisa berkutik. Sama halnya dengan kedudukan Akta Kelahiran dalam beragam proses dokumentasi resmi warga Indonesia lainnya.

6. Wajib Ada IMB dan IPB
IMB memiliki kepanjangan Izin Mendirikan Bangunan. Setiap developer wajib memiliki izin semacam ini dari pemerintah. Semua sudah diatur dalam UU No. 28 Tahun 2002 mengenai Bangunan Gedung. Tak jarang para developer amatiran mengambil jalan pintas dengan alasan beban biaya tambahan, dan semacamnya.

Setiap rumah yang dijual secara legal, pasti disertakan IPB atau Izin Penggunaan Bangunan. Izin ini akan diberikan oleh pemerintah untuk memenuhi persyaratan fungsi kelengkapan bangunan. Hal ini juga akan mencegah kalau-kalau terjadi sengketa lahan, maupun bangunan itu sendiri. IPB untuk bangunan rumah hunian itu sendiri memiliki masa berlaku 10 tahun.

7. Pakai Jasa Negotiator
Kalau Anda terlalu sibuk mengurusi usaha atau lainnya, bisa negosiasi itu alih-tangankan pada negotiator. Fungsi negotiator untuk memastikan harga, kebijakan, syarat & ketentuan, serta soal-soal lain terkait pembelian rumah pada developer. Namun pastikan negotiator ini juga terpilih dengan seleksi yang ketat, dan masukkan kriteria berpengalaman untuk jaminan.

Pilih yang amanah. Sebab, lewat negotiator ini pula biasanya Anda akan memercayakan masalah keuangan. Boleh kalau ragu, bikin perjanjian hitam di atas putih sebagai jaminan kuat lainnya. Tapi itu tidak perlu kalau negotiator yang diajak kerja sama memang benar-benar berpengalaman. Sebab, sekali ia melanggar, reputasi dia yang jadi taruhannya.

Biasanya negotiator adalah orang yang handal. Dia sangat menguasai bahasa sosial. Bagaimana cara berkomunikasi dengan developer. Bagaimana menyiasati agar harga rumah tak terlalu melambung. Banyak kemampuan yang bisa Anda andalkan. Kalau Anda tangani sendiri tentu bisa repot kalau Anda sama sekali tidak tahu mengenai apa-apa yang ada dalam bidang properti.

Itulah 7 tips aman cara memilih developer yang jual rumah di Surabaya. Surabaya itu kota besar. Banyak tawaran rumah murah di sana-sini. Dengan mempertimbangkan 7 hal di atas, tentunya akan membuat hati Anda semakin siap dan mantap. Setidaknya bisa menggambarkan bagaimana rumah idaman yang akan Anda tempati nantinya. Semoga mendapatkan rumah yang terbaik, ya.


EmoticonEmoticon